Situs Tentang Cara Merawat Kulit Wajah.

Bahaya Dan Larangan Mencabut Uban Menurut Medis Dan Agama

Leni Fauziah

Bahaya Dan Larangan Mencabut Uban Menurut Medis Dan Agama - Uban merupakan rambut yang telah berubah warna dari hitam menjadi putih sebagai konsekuensi usia tua, namun uban tidak hanya muncul pada rambut orang yang sudah berusia lanjut saja, karena uban juga bisa muncul pada rambut orang yang masih berusia muda, bahkan remaja. Hal ini disebabkan berbagai faktor seperti faktor genetik, nutrisi, gaya hidup, lingkungan dan lain sebagainya.

Uban atau rambut putih memang sangat mengganggu sekali, terlebih jika muncul di usia muda, ya uban akan sangat mengganggu penampilan, oleh sebab itu banyak hal di lakukan orang demi menghilangkan uban seperti mewarnai rambut. Namun tak jarang juga orang menghilangkan uban dengan cara mencabutnya. Namun wajib anda ketahui, ternyata mencabut sangat di larang baik secara medis maupun agama, kenapa demikian? Berikut kami jelaskan tentang bahaya dan larangan mencabut uban menurut medis dan agama.
Bahaya Dan Larangan Mencabut Uban Menurut Medis Dan Agama
Bahaya Dan Larangan Mencabut Uban Menurut Medis Dan Agama

Bahaya dan larangan menurut medis

Menurut dunia medis atau kedokteran, mencabut uban sangat dilarang. Rambut abu-abu atau uban merupakan tanda yang baik dan sehat. Sebuah study dilakukan oleh peneliti dari Museo Museo Nacional de Ciencias Naturales di Spanyol, Ismail Galvan pada tahun 2012. Pada penelitian tersebut Ismail Galvan menemukan bahwa orang yang memiliki uban justru panjang umur dan sehat. Kemunculan uban tersebut dikarenakan berkurangnya kadar melanin yang merupakan faktor utama yang menentukan warna kulit dan rambut seseorang. Terlalu banyak melanin akan membuat rambut dan kulit menjadi gelap atau hitam, sedangkan berkurangnya melanin akan membuat rambut dan kulit menjadi normal.

Dalam penelitian tersebut Galvan juga menambahkan jika mencabut uban akan berbahaya bagi kepala. Hal ini dikarenakan akan merusak kondisi folikel, akar rambut dan saraf-saraf kepala. Dengan mencabut uban, rambut akan menjadi tipis dan justru uban akan semakin banyak. Dan kerusakan folikel akan berdampak pada kesehatan selaput kepala.

Baca juga : Cara menghitamkan rambut secara alami

Bahaya dan laranga menurut agama

Mencabut uban tidak hanya berbahaya dan dilarang menurut medis saja, namun menurut agama, mencabut uban juga dilarang. Melalui Nabi Muhammad SAW, ALLAH SWT memerintahkan agar kita tidak mencabut uban dengan alasan keimanan. Namun tidak hanya soal keimanan saja, dijelaskan juga alasan menurut medis dalam larangan tersebut.

Dalam sebuah hadist shahihnya menyebutkan pembahasan hadist yang menceritakan bahwa Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan derajat orang muslim karena uban yang dijaganya saat di dunia.

Hadist lain dari Abu Hurairah Ra. Rosulullah SAW bersabda " Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapapun yang beruban dalam islam walaupun hanya sehelai, maka dengan uban tersebut akan di catat satu kebaikan untuknya, dengan uban tersebut akan dihapus satu kesalahannya, serta dengannya juga akan di tinggikan satu derajat " (Hr. Ibnu Hibban dalam shahihnya. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanat hadist ini hasan.

Selain menurut agama, larangan mencabut uban juga diperkuat oleh peneliti non muslim. Para peneliti non muslim ini membenarkan larangan Nabi Muhammad sejak ribuan tahun lalu sebelum adanya tegnologi. Nami Muhammad SAW melarang umatnya sebagai bentuk ketaatan kepada ALLAH SWT. Namun perintah Rosulullah SAW tersebut memang mengandung pengetahuan yang tidak dibayangkan sebelumnya.

Baca juga : Penyebab munculnya uban di usia muda dan cara mengatasinya

Demikianlah informasi tentang bahaya dan larangan mencabut uban menurut medis dan agama. Kini anda sudah mengetahui alasan mengapa mencabut uban tersebut dilarang, jadi langan pernah lakukan mencabut uban. Semoga informasi diatas bermanfaat. Terimakasih.